Selasa, 09 Juli 2019

SOLUSI NO UKG LUPA DI AKUN SIM PKB


         Seiring dengan peningkatan kualitas pendidik, maka pemerintah mengupayakan berbagai cara peningkatan. Salah satunya adalah program guru pembelajar. Program ini bisa disinkronkan dalam akun yang dimiliki oleh guru dalam SIM PKB. 
       Setiap guru akan mempunyai akun yang berbeda.  Untuk dapat masuk akun tentunya mesti memasukkan user name dan pasword. Username biasanya berisi nomer UKG guru, sedangkan pasword biasanya sudah otomatis pada sistem, atau bisa dirubah oleh guru yang bersangkutan. Oleh karena itu setiap guru mesti hafal baik user name dan pasword. 
       Lalu bagaimana jika no UKG sebagai username itu lupa ...? Tak jarang hal ini dialami oleh beberapa guru. Eitss jangan takut dan bingung ya! Jika lupa no UKG usahakan tetap tenang dan jangan jutek, sambil tersenyum nyrupuut kopi ......srruuuuut hangat.
Begini bray caranya:
1. Buka akun SIM PKB,klik tautan https://paspor.simpkb.id/casgpo/login
2. Klik Regristrasi akun akan muncul jendela
3.Klik Cari No.UKG akan muncul jendela

4. Masukkan nama GTK, Pilih Provinsi, Pilih Kota, lalu klik Cari GTK
5Maka akan muncul Data GTK lengkap dengan no UKG
Oke bray... asiik dan mudah  kan, selamat  deh. Jangan lupa komen yaa bray!

Senin, 08 Juli 2019

CONTOH ARTIKEL LOLOS SEMINAR GURU DIKDAS BERPRESTASI 2019

   
 Menulis itu bukanlah sebuah tuntutan.Tetapi menulis itu perlu pembiasaan. Dengan adanya pembiasan maka kita akan terbiasa mengalirkan ide dan gagasan kita dalam sebuah tulisan, terlebih dalam era giat literasi sekarang ini.
Setelah membuat ide pikiran maka tuangkanlah, walau sekecil apapun ide tersebut.
      Begitu ada informasi layanan di web kesharlindung dikdas Kemendikbud tentang seminar nasional, dimana peserta mesti mengirimkan artikel 12 halaman hasil penelitian, best practice atau kajian pustaka. Penulis tergelitik untuk membuat tulisan. Hanya saja karena sudah beberapa kali membuat tulisan penelitian, maka anti mainstream ajalah...nyobain artikel non penelitian. Jadi disini membuat kajian kombinasi antara best practice dan kajian desktiptif kualitatif pustaka bertema karakter.
       Beberapa malam cekrak-cekrek bolak balik cari buku dan refernsi buku. Dan..emg ing eng....jadilah 21 halaman. Lho koq kebanyakan. Edit lagi nih, kebetulan pas mudik lebaran di Rembang. Edit kebanyakan sekitar 8 halaman deh beberapa malam ..lho. Jadilah artikel dengan judul " Sangama Sebagai Penguat Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal di Sekolah".
       Beberapa minggu kemudian akhirnya dinyatakan lolos sebagai presenter seminar. Senang pula menjadi bagian dalam kegiatan  tersebut selain sebagai presnter, penulis mendapat kepercayaan sebagai protokol pembawa acara pembukaan oleh Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 
      Jika rekan-rekan tertarik, silahkan "klik disini" ya...jangan lupa di komen ya...masak contohe mau padahala buat bermalam-malam, tinggal klik aja ndak mo komen .....terima kasih.



MEMBUMIKAN LITERASI BERSAMA KOMUNITAS LITERASI MADIUN




     Sebuah notifikasi WA berbunyi di hp. Oww.... undangan dari teman madiun yang disampaikan oleh Mas Eko Iswaji. Dalam grup, langsung ciuus sama Fak Fajar sepakat acara pada minggu 25 Juni 2019. Jam 08.00 WIB di aula Perpustakaan Daerah Kota Madiun.
     Adapun Pembicara  atau nara sumber adalah:
1. Bapak Satria Dharma. ( Bapak Literasi/ Penggagas Gerakan Literasi Nasional)
2. Ibu Wawali Kota Madiun
         Topik selama kegiatan tersebut  adalah ersoalan yang paling mengemuka saat ini adalah semakin rendahnya minat baca masyarakat sehingga memunculkan rendahnya kemampuan literat. Maka diperlukan sebuah gerakan yang tersetruktur dan terkoordinasi dari segala lapisan untuk mewujudkan budaya literasi menuju masyarakat literat melalui “Gerakan Madiun Kota Literasi”.

Senin, 24 Juni 2019

CATATAN WORKSHOP PENGUATAN KOMPETENSI GURU IPA DAN DISEMINASI

CATATAN WORKSHOP PENGUATAN KOMPETENSI GURU IPA  DAN DISEMINASI  ASSESMEN KOMPETENSI SISWA INDONESIA(AKSI) 
 MGMP IPA KAB NGAWI
     Sebenarnya ini merupakan catatan kegiatan Workshop Penguatan Kompetensi Guru IPA dan Diseminasi Assesmen Kompetensi Siswa Indonesia(Aksi). Karena permintaan beberapa rekan guru MGMP yang japri, setelah cari-cari masih kesave di colour nate Samsung A8 saya. Daripada balas wa satu persatu maka upload aja deh. Sebelumnya minta maaf ini saya munculkan di web dan (masih no edit)....ok cekidot nggih:
1. Regristrasi dan pengisian biodata
2. a  Sambutan Ketua MGMP Drs.Rahmad Wardana
Peserta 110 dengan rincian  kelompok 1 sejumlah 51 peserta dan kelompok 2 terdiri 59 peserta.
Pemateri meliputi unsur: Dindik, Keala sekolaah Pendamping, MKKS, Pengurus
Dana dari KK Mpael disubsidi 1 juta
Waktu pelaksanaan Oktober November
sistem 211 :2 in petemuan tempat belajar 1 on sekolah masing masing, 2  lagi diperemuan tempat belajar
Situasional , krn nenyesuaikan permintaan diknas terkait membuat soal online

     Materi:
Kebijaksanaan diknas
Aksi beesmart
Aksi (assesmen Kompetensi Siswa Indonesia)
terkait penilaian dari PISA dimana Indonesia mendapat peringkat 4 dari bawah
Setelah TOT wajib mendiseminasi pada guruguru disekolah llu ksi ke sekolah
Januari monitoring dari Pusat terkait pelaksanaan AKSI

b. Sambutan KepalaSekolah Pendamping Bp.Drs.Siswoto M.Pd
MGMP merupakan bagian SKP (sasaran Kinerja Peggawai) dan PKB (Pengembangan Keprofesian Berkellanjutan)
dari pengmbng diri direncanakan SKP
Jika tdk melaksanakan Pengmbangan diri , wawasan keilmuan guru kurang atau tdk bertambah secara batiniah, secara lahiriah bukti pengembangan brupa sertifikat tidak punya
oleh krn itu perlu kegiatan  dengan mempertibangkan pembiayaan. Bisa mandiri secara pembiayaan maupun waktu (MGMP diluar jam pembelajaran)
Misal di Magetan kegiatan Mandiri MGMP sore jam 15 sd 17 WIB
bisa sebulan sekali
Harapan MKKS MGMP lebih terprogram, mandiri secr pembiyaan maupun waktu sehingga tidak mengganggu pembelajaran

c. SambutanBp Drs.Muhammad Luluk Sodiqin M.Pd
Perkembangan pendidikan sangat pesat
Nilai positif  keunggulannya di Jawa Timur lebih baik daripada guru bagian Indonesia bagian timur
Pembelajaran IPA MGMP Ngawi melalui tahapan:
Guru-guru IPA , Kegiatan MGMP , lalu
MKKS dan ke Diknas  merupakan bukti  kerjasama dalam  naungan yang baik antar level tahapan kegiatan
Bukan hanya sertifikat, angka kredit , niat kegiaatan juga bagian Ibadah kepada Allah dalam pengembangan ilmu sehingga mendapatkan amalan tambahan di dunia dan akhirat
Pembelajaran IPA pelu besinergi dngan guruMatematika
Misal keterkaitan materi bidang miring dalam IPA , berhubungan dengan konsep Pytaagoras Matematika

Dari direktorat ada bantuan dana pembiayaan / blockgranch
Jadi biaya utama mandiri, Diknas mensubsidi , Direktorat membantu
Guru sertifikasi juga mengallokasikan  sebagian perolehan tunjangan untuk pengembangan diri

Masih ada 2 kuriikulum di Ngawi, KTSP 2006 dan K13
K13 penggunaan menggunakan aplikasi e raport
Dalam menghadapi globalisasi era elektronik , guru mesti siaap

Penghargaan tentang proses inovasi pembelajaran guru kepada kab pacitan
Siswa diberi pelajaran ketrampilan dengan menganyam
produk jadi dapat diuangkan

Mendidik dalam filosofi jwa:
asah: jangan menganggap anak tidak bisa apa2, krn setiap anak beda talenta pada masing individu Kondisi tersebut diasah, digunakan supaya berkembang
asih: Membimbing anak dengan kasih sayang
asuh:Anak diibaratkan kertas putih, secara fitrah suci, dalam pembelajaran dengan mengasuh dan menidik dengan mengarahkan ke arah yang baik

Kegiatan in in on in
perlu evaluasi di apangan
direfleksikan hasil evaluasi untk merencanakan tindak lanjut
Pengalaman Pak siswoto dalam pengeloaan dan Ketua MGMP yang sudh mempunyaikemammpuan penilaian AKSI dapat memberikan brainstorming pada kegiatan
Hal di atas semua sebagai ppenyemangat dari faktor eksternal dan faktor semangat dari internal, yang digabngkaan 2 hal tersebut dalam rangka peningkatan mutu di Kabupaten Ngawi
N;

METODE-METODE PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME#1


     Pandangan konsep konstruktivisme bahwa dalam membangun pengetahuan atau kemampuan baru dibutuhkan suatu proses konstruksi yang dibangun oleh peserta didik. Pembelajaran konstruktivisme ini dapat dilaksanakan dengan menerapkan beberapa metode pembelajaran diantaranya cooperative learning, contextual teaching And learning learning, problem Based Learning.
       Pembahasan kali ini kita fokus dulu di Cooperative learning ya guys!
       Cooperative learning atau pembelajaran kooperatif azas dari pembelajaran kooperatif adalah mengaktifkan peserta didik untuk belajar bersama-sama agar tercipta pembelajaran bermakna (meaningfull learning). pembentukan kelompok kelompok berdasarkan kumpulan peserta didik yang heterogen.
       Kata kunci pembelajaran kooperatif, pertama pembelajaran dilakukan dengan membuat kelompok-kelompok; kedua, pembelajaran menitikberatkan pada terciptanya kerjasama antar siswa dalam rangka optimalisasi ketercapaian tujuan pembelajaran; ketiga, pembelajaran kooperatif memfokuskan pada kompetensi peserta didik sebagai individu maupun kompetensi peserta didik dalam melakukan proses adaptasi dan interaksi dengan lingkungan kelompoknya.
        Pembelajaran dengan metode kooperatif sebagai bentuk implementasi teori saling ketergantungan sosial dan teori perkembangan kognitif menurut jihad dan Haris (2009:11) memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a. Siswa belajar dalam kelompok secara kooperatif
b. Kelompok tersusun secara heterogen baik dari kemampuan siswa ras suku budaya etnis maupun jenis kelamin
c. Penghargaan lebih dititikberatkan pada kerja kelompok daripada peroranganan
       Menurut Isjoni (2012: 20) terdapat 5 ciri-ciri dalam metode cooperative learning:
a. Adanya peran yang dimiliki oleh setiap anggota di dalam proses pembelajaran.
b. Terciptanya interaksi secara langsung di antara siswa.
c. Masing-masing anggota memiliki tanggung jawab atau proses belajarnya dan juga anggota lain di dalam kelompoknya.
d. Guru berperan sebagai fasilitator dalam rangka mengembangkan keterampilan keterampilan interpersonal kelompok
e. Peran guru sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran dilakukan secara efektif dan efisien ketika melakukan interaksi dengan peserta didik.
        Sintaks cooperative learning:
a. Penjelasan materi :
terdapat tahapan penyampaian pokok materi pelajaran sebelum siswa belajar dan berinteraksi di dalam kelompok tujuannya agar siswa memiliki pemahaman yang sama dan jelas terkait pokok materi pelajaran yang akan dibahas.
b. Belajar kelompok:
dilakukan setelah pendidik memberikan penjelasan materi kepada peserta didik dan membentuk peserta didik menjadi beberapa kelompok untuk bekerjasama membahas materi yang telah ditentukan
c. Penilaian :
bertujuan untuk mengukur hasil belajar yang dicapai oleh siswa dapat berupa teks maupun penilaian non tes penilaian. Dapat dilakukan secara individu maupun berdasarkan kemampuan kelompoknya setiap informasi yang didapat dari hasil penilaian dijadikan sumber autentik dan dipadukan untuk memberikan keputusan terhadap hasil belajar yang dicapai oleh setiap peserta didik.
d. Pengakuan tim:
tahapan dimana pendidik menetapkan tim atau kelompok yang paling menonjol atau berprestasi Dalam proses pembelajaran kepada tim atau kelompok tersebut diberikan penghargaan atau hadiah atau pengakuan yang diharapkan akan memotivasi kelompok lain untuk terus meningkatkan prestasinya dalam kegiatan pembelajaran.





Sumber: Sigit Mangun Wardoyo dan sumber lain yang relevan




Sabtu, 22 Juni 2019

SCAFFOLDING PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME

 

        Pembelajaran merupakakan perubahan dalam diri seseorang yang disebabkan oleh pengalaman (Slavin,2011:177). Pembelajaran menurut Jihad dan Haris (2009:11) merupakan suatu proses yang terdiri dari kombinasi dua aspek yaitu  belajar dan mengajar.Belajar merujuk  apa yang dilakukan oleh siswa, sedangkan mengajar berorientasi pada apa yang dilakukan oleh guru.
Menurut Suherman  pembelajaran merupakan proses komunikasi antara peserta didik dalam rangka perubahan perilaku.
      Menurut Brooks (2005:35) bahwa kontruktivisme adalah dua pendekatan dalam proses pembelajaran yangmengarahkan pada penemuan konsep yang lahir dari pandangan dan gambaran inisiatif peserta didik.
       Ada dua ide dalam teori kontruktivis menurut Pritchard (2018:8-9) yakni kontruktivis radikal dan kontruktivis sosial. Kontruktivis radikal menyatakan  ide menciptakan pengetahuan mereka sendiri tanpan bantuan dari orang lain. Sedangkan kontruktivis sosial menyatakan pengetahuan diciptakan pembelajar melalui interaksi sosial. Pandangan kontruktivis lebih menekankan proses daripada hasil.
      Approach atau pendekatan menurut Brown (2001:16) adalah posisi dan keyakinan memhenai hakikat bahasa ,hakikat pembelajaran dan pengaplikasiannya dalam mencapai tujuannpedagogis.
Pendekatan pembelajaran dilihat dari pusat pembelajarannya ada 2.
1. Teacher centered learning, bahwa dalam proses pembelajaran yang menjadi pusat adalah guru.
2. Student centered learning, bahwa dalam proses pembelajaran yang menjadi pusat adalah siswa.
       Pembelajaran yang menggunakan pendekatan kontruktivisme menuntut agar seorang pendidik mampu menciptakan pembelajsran aktif pada peserta didik melalui interaki sosial.
Menurut Brown (2008:13) konstruktivisme memiliki dua cabang kajian yaitu kognitif dan sosial. Konstruktivisme kognitif menekankan bahwa pentingnya pembelajar membangun representatif realitas mereka sendiri. Konstruktivisme sosial menekankan pentingnya interaksi sosial dan pembelajaran kooperatif dalam membangun gambaran kognitif dan emosional atau realitas.
      Psikolog Rusia Lev Vigotsky mengemukakan teori perkembangan sosial khususnyan mengenai belajar pada konteks sosial menjadi fokus dalam praktik dan pemikiran pendidikan sekarang ini.
Belajar pemikiran vygotsky bahwa potensi perkembangan kognitif pembelajaran berdasarkan Zona Of Proximal Development(ZPD) adalah area teoritis mengenai pemahaman atau perkembangan kognitif yang dekat tapi berada diluar level pemahaman pembelajar saat ini artinya jika pembelajar ingin membuat kemajuan mereka harus dibantu untuk berpindah dari zona ini kemudian masuk ke level yang lebih tinggi dan baru dari level ini membentuk ZPD baru lagi
Menurut Vygotsky Scaffolding adalah proses interaksi atau pemberian bantuan dari orang lain kepada pembelajaran dalam interaksi sosialnya.
Scaffolder adalah orang atau organisme yang memberikan  dukungan dalam proses pembentukan. Scaffolder tidak mesti dari pendidik, melainkan orang lain, ataupun teman peserta didik.
Penyesuaian terhadap lingkungan menurut Piaget pembelajaran merupakan penyesuaian dari pengaruh penyesuaian terhadap lingkungan 3 proses penyelesaiannya adalah asimilasi akomodasi dan ekuilibrasi:
    a.       Asimilasi adalah pengumpulan dan pengelompokan informasi baru
   b.      Akomodasi adalah modifikasi dari skema agar informasi yang baru dan kontradiktif bisa diterjemahkan informasi yang telah terkumpul dan dikelompokkan dalam skema-skema yang telah ada sebelumnya kemudian dimodifikasi menjadi suatu skema atau pengetahuan baru
c.       Ekuilibrasi merupakan dorongan secara terus-menerus ke arah keseimbangan keseimbangan yang dimaksud yaitu keadaan dimana tidak ada kompetisi yang terjadi pada representasi lingkungan organisme
Empat tahap proses perkembangan intelektual manusia menurut Piaget:
     a.       Sensorimotorik : sejak lahir sampai 2 tahun
     b.      Praoperasional : umur 2-7 tahun
     c.       Operasional konkrit : umur 7 sampai 11 tahun
     d.      Operasional formal  : umur 11 tahun ke atas
             Pandangan konstruktivisme yang diusung oleh vygotsky dan Piaget didukung oleh pandangan bruner yang menyatakan bahwa belajar merupakan sebuah proses aktif dimana pembelajar mengkonsumsi ide atau konsep Baru terhadap pengetahuan sebelumnya dan yang sekarang pembelajar memilih dan mentransformasikan informasi mengonsumsi hipotesis dan membuat keputusan dengan referensi dan berdasarkan struktur kognitif internalnya yang termaksud adalah jaringan skema yang memberikan makna dan struktur pengalaman dan membuat individu bisa membangun apa yang telah diketahui agar bisa terus berjalan
     Dalam istilah mengajar teori bruner menyatakan guru harus mencoba mendorong siswa mendapatkan menemukan untuk mereka sendiri guru dan siswa terlibat dalam dialog aktif dengan kata lain guru membantu proses transformasi informasi
      Adapun karakteristik pendekatan konstruktivisme menurut Hanafiah dan Suhana (2010:63) adalah sebagai berikut:
 a.    Proses pembelajaran berpusat pada peserta didik
 b. roses pembelajaran merupakan proses integrasi pengetahuan baru dengan pengetahuan lama yang dimiliki peserta didik
 c.    Pandangan yang berbeda di antara peserta didik dihargai sebagai tradisi dalam proses pembelajaran dalam proses pembelajaran
d. Peserta didik didorong untuk menemukan berbagai kemungkinan dan sintesis secara terintegrasi
e. Proses pembelajaran berbasis masalah dalam rangka mendorong peserta didik dalam proses pencairan atau inquiry  yang alami
f.  Proses pembelajaran mendorong terjadinya kooperatif dan kalangan peserta didik secara aktif kreatif inovatif dan menyenangkan
g. Proses pembelajaran dilakukan secara kontekstual yaitu besar dihadapkan dalam pengalaman nyata
      Dari paparan di atas dapat disimpulkan bahwa pendekatan konstruktivisme memiliki karakteristik dalam proses pembelajaran yaitu  berpusat pada siswa, memerlukan scaffolding dalam penerapannya, adanya masalah, proses menemukan,  interaksi sosial dan pengetahuan atau pemahaman baru.
    
(Resensi buku Pembelajaran Konstruktivis :Sigit Mangun Wardoyo)


Minggu, 16 Juni 2019

MATERI IPA SMP KELAS IX UPDATE

   
       Pada pembahasan ini akan coba kita rincikan materi pokok yang ada pada mata pelajaran IPA SMP kelas IX. Apalagi bagi sekolah yang baru menginjak K13 pada kelas IX, masih perlu telaah pemahaman detail materi. Dimana untuk materi di semester 1 terdiri dari 6 bab dengan rincian sebagai berikut:

Bab 1. Sistem Reproduksi
1.      Pembelahan Sel
2.      Struktur dan Fungsi Sistem Reproduksi Manusia
3.      Penyakit pada  Sistem Reproduksi Manusia dan Upaya Pencegahannya

Bab 2. Reproduksi Tumbuhan dan Hewan
1.      Reproduksi pada Tumbuhan
2.      Reproduksi pada Hewan
3.      Kelangsungan Hewan dan Tumbuhan

Bab 3. Kependudukan dan Lingkungan
1.      Dinamika Penduduk
2.      Dampak Peningkatan Jumlah Penduduk  Terhadap Masalah Lingkungan

Bab 4. Partikel Penyusun Benda Mati dan Makhluk Hidup
1.      Molekul dalam Benda Mati dan Makhluk Hidup
2.      Atom dan Partikel Penyusunnya
3.      Prinsip Pembentukan Molekul
4.      Karakteristik  Benda dalam Kehidupan

Bab 5. Kelistrikan dan Teknologi Listrik Lingkungan
1.      Listrik Statis
2.      Listrik Dinamis
3.      Teknologi dalam Lingkungan

Bab 6. Kemagnetan dan Pemanfaatannya dalam Produk Teknologi
1.      Pemanfaatn Medan Magnet pada Migrasi Hewan
2.      Teori Dasar Magnet
3.      Kemagnetan dalam Produk teknologi

Untuk semester 2 IPA kelas IX terdiri 4 bab dengan rincian sebagai berikut:
Bab 1. Pewarisan Sifat pada Makhluk Hidup
1.      1. Molekul yang Mendasari Pewarisan Sifat
2.      Hukum Pewarisan Sifat
3.      Pewarisan Sifat-Sifat Manusia
4.      Kelainan Sifat pada Manusia yang diturunkan
5.      Penerapan Pewarisan Sifat dalam Pemuliaan Makhluk Hidup

Bab 2. Bioteknologi Pangan
1.      Bioteknologi dan Manfaatnya dalam Produksi Pangan
2.      Dampak penerapan dan Pengemnbangan Teknologi

Bab 3. Teknologi Ramah Lingkungan
1.      Pengertian dan Prinsip Teknologi Ramah Lingkungan
2.      Aplikasi Teknologi Ramah Lingkungan
3.      Perilaku Hemat Energi dalam Keseharian
4.      Teknologi Tidak Ramah Lingkungan
  
Bab 4. Tanah dan Keberlangsungan Kehidupan
1.      Peranan Tanah dan Organisme Tanah bagi Keberlangsungan Kehidupan
2.      Proses Pembentukan  Tanah dan Komponen Penyusun Tanah

       Untuk rincian detail materi semester 1 Klik Menika dan disemester 2 monggo  KlikMenika   (sumber pusat perbukuan nasional kemendikbud). Untuk detail materi format power poin masih dalam proses perapian nih...heheee.


MATERI IPA SMP KELAS VIII UPDATE


        Walaupun sudah sekitar 6 tahun, sebagian sekolah yang melaksanakan kurikulum 2013 ternyata masih ada beberapa pelaku pendidikan terutama guru pengajar yang masih kurang memandang dan menyelami isi dari materi pembelajaran yang mesti dipahami. Karena dengan memahami isi materi pembelajaran, maka pelaksanaan RPP baru dapat terlaksana dan menentukan hasil yang diharapkan terserap oleh peserta didik kita.
       Pada pembahasan ini akan coba kita rincikan materi pokok yang ada pada mata pelajaran IPA SMP kelas VIII. Dimana untuk materi di semester 1 terdiri dari 6 bab dengan rincian sebagai berikut:

Bab 1. Gerak Benda dan Makhluk Hidup di Lingkungan Sekitar
1.Konsep Gerak
2. Sistem Gerak Manusia
3. Sistem Gerak pada Hewan
4. Sistem Gerak pada  Tumbuhan

Bab 2. Usaha dan Pesawat Sederhana dalamKehidupan Sehari-hari
1. Usaha
2. Pesawat Sederhana
3. Jenis Pesawat Sederhana
4. Prinsip Kerja Pesaawat Sederhana pada Sistem gerak Manusia

Bab 3. Struktur dan Fungsi Tumbuhan
1.      Struktur dan Fungsi Akar,Batang,Daun dan Bunga
2.      Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan
3.      Teknologi yang Terinspirasi dari Struktur Jaringan Tumbuhan

Bab 4. Sistem Pencernaan Manusia
1.      Nutrisi
2.      Struktur dan Fungsi Sistem Pencernaan Makanan pada Manusia
3.      Gangguan pada Sistem Pencernaan  dan Upaya Mencegah dan Menanggulanginya

Bab 5. Zat Aditif dan Adiktif
1.      Zat Aditif
2.      Zat Adiktif
3.      Zat Psiko Aktif Lainnya
4.      Dampak Penggunaan

Bab 6. Sistem Peredaran Darah Manusia
1.      Struktur dan Fungsi Perdedaran Darah
2.      Gangguan atau Kelainan pada Sistem Peredaran Darah dan Upaya  Mencegah dan Menanggulanginya


Untuk semester 2 IPA kelas VIII terdiri 5 bab dengan rincian sebagai berikut:

Bab 1. Tekanan Zat dan Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari
1.      Tekanan Zat
2.      Aplikasi Konsep Tekanan Zat  dalam Makhluk Hidup

Bab 2. Sistem Pernafasan Manusia
1.      Struktur dan Fungsi Sistem Pernafasan Manusia
2.      Gangguan pada Sistem Pernafasan Manusia  dan Upaya  Mencegah serta Menanggulanginya

Bab 3. Sistem Ekskresi Manusia
1. Struktur dan Fungsi Sistem Ekskresi Manusia
2. Gangguan pada Sistem Ekskresi Manusia dan Upaya  Untuk Mencegah atau Menanggulanginya

Bab 4. Getaran, Gelombang dan Bunyi  dalam Kehidupan Sehari-hari
1.      Getaran, Gelombang dan Bunyi 
2.      Mekanisme Pendengaran pada Manusia dan Hewan
3.      Aplikasi Getaran dan Gelombang  dalam Teknologi

Bab 5. Cahaya dan Optik
1.      Sifat Cahaya dan Proses Pembentukan Bayangan
2.      Indera Penglihatan Manusia dan Hewan
3.      Alat Optik dalam Kehidupan Sehari-hari

       Untuk rincian detail materi semester 1 dan disemester 2 monggo KlikMenika  (sumber pusat perbukuan nasional kemendikbud). Untuk detail materi format power poin masih dalam proses perapian nih guys...heheee.


MATERI POKOK IPA SMP KELAS VII UPDATE


        Walaupun sudah sekitar 6 tahun, sebagian sekolah yang melaksanakan kurikulum 2013 ternyata masih ada beberapa pelaku pendidikan terutama guru pengajar yang masih kurang memandang dan menyelami isi dari materi pembelajaran yang mesti dipahami. Karena dengan memahami isi materi pembelajaran, maka pelaksanaan RPP baru dapat terlaksana dan menentukan hasil yang diharapkan terserap oleh peserta didik kita.
       Pada pembahasan ini akan coba kita rincikan materi pokok yang ada pada mata pelajaran IPA SMP kelas VII. Dimana untuk materi di semester 1 terdiri dari 6 bab dengan rincian sebagai berikut:

Bab 1. Obyek IPA  dan Pengamatannya
1.Penyelidikan IPA
2. Pengukuran sebagai Bahan Pengamatan

Bab 2. Klasifikasi Makhluk Hidup
1. Ciri-ciri benda di lingkungan Sekitar
2. Cara Mengklasifikasikan Makhluk Hidup
3. Pengklasifikasian Makhluk Hidup

Bab 3. Klasifikasi Materi dan Perubahannya
1. Cara Mengklasifikasikan Materi
2. Cara Memisahkan Campuran
3. Benda-benda yang Dapat Mengalami Perubahan

Bab 4. Suhu dan Perubahannya
1. Bagaimana Mengetahui Suhu Benda
2. Perubahan Akibat Suhu

Bab 5. Kalor dan Perpindahannya
1. Pengertian Kalor
2. Perpindahan Kalor

Bab 6. Energi dalam Sistem Kehidupan
1. Pengertian Energi
2. Berbagai Sumber Energi
3. Makanan Sebagai Sumber Energi
4. Transformasi Energi dalam Sel
5. Metabolisme Sel
6. Sistem Pencernaan

Untuk semester 2 IPA kelas VII terdiri 6 bab dengan rincian sebagai berikut:

Bab 1. Sistem OrganisasiKehidupan  Makhluk Hidup
1. Sel sebagai Unit Struktural dan Fungsional Kehidupan
2. Jaringan pada Hewan dan Tumbuhan
3. Organ pada Hewan dan Tumbuhan
4. Sistem Organ dan Organisme

Bab 2. Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungan
1. Pengertian Lingkungan
2. Hal-hal yang ditemukan dalam Lingkungan
3. Interaksi dalam ekosistem membentuk Pola
4. Pola Interaksi Manusia  Mempengaruhi Lingkungan

Bab 3. Pencemaran Lingkungan
1. Definisi Pencemaran
2. Pencemaran Air
3. Pencemaran Udara
4. Pencemaran Tanah

Bab 4. Pemanasan Global
1. Efek Rumah Kaca
2. Pengertian Pemanasan Global
3. Penyebab  Pemanasan Global
4. Dampak Pemanasan Global
5. Usaha Menanggulangi Pemanasan Global

Bab 5. Lapisan Bumi
1. Atmosfir
2. Litosfir
3. Hidrosfir

Bab 6. Tata Surya
1. Sistem Tata Surya
2. Kondisi Bumi
3. Kondisi Bulan
4. Gerhana

       Untuk rincian detail materi semester 1 dan disemester 2 monggo  klik menika (sumber pusat perbukuan nasional kemendikbud). Untuk detail materi format power poin masih dalam proses perapian nih...heheee.


Sabtu, 15 Juni 2019

MARHABAN YAA IDUL FITRI 1440 H


Halal Bihalal 1 Syawal 1440 H





Sabtu, 15 Juni 2019

Halal bihalal keluarga besar SMP Islamiyah Widodaren Ngawi ke kepala sekolah, Bp. H. Doso Triono selaku ketua yayasan,  Bp. Purnawirawan H.Suparno selaku Ketua Komite  dan Bp.H.Komari. selaku penasihat. Dalam suasana kekeluargaan dan suasana lebaran bapak ibu guru mendapatkan wejangan berupa nasihat dan doa dari beliau. Terima kasih atas camilan dan santapan bakso, sate dan lontong yang maknyus.

Selasa, 04 September 2018

BUKU IPA SMP KELAS 7 dan 8 K2013 NEW REVISI

Capek bawa buku IPA cetakan yang tebal dari pusat perbukuan Depdiknas. Solusinya tinggal masukkan saja filenya berupa bse softcopy ke dalam laptop atau hp android bapak ibu guru , sehingga lebih praktis.
Ok silahkan klik wonten MRIKI nggih
Isi Buku  siswa kelas 7 & 8 semester 1 dan 2

SILABUS MAPEL IPA K2013 EDISI REVISI 2017 KEMDIKBUD

  Perkembangan kurikulum 2013 dalam beberapa revisi pada seperti silabus mata pelajaran IPA seperti dibawah ini, silahkan baca Basmallah dulu  yaa, baru
klik disini 

 Ok semoga bermanfaat 

Selasa, 28 November 2017

INDIKATOR ALAMI DI SEKITAR KITA

        Indikator alami dapat dibuat daribagian tanaman yang berwarna baik itu bagian batang, daun maupun bunga. Tanaman tersebut misalnya kelopak bunga sepatu, daun kubis ungu, daun bayam merah, daun bangka-bangkaan, kayu secang, dan kunyit. Sebenarnya hampir semua tumbuhan berwarna dapat dipakai sebagai indikator asam basa, tetapi terkadang perubahan warnanya tidak jelas perbedaannya. Oleh karena itu hanya beberapa saja yang sering dipakai karena menunjukkan perbedaan warna yang jelas saat berada di lingkungan asam dan saat berada di lingkungan basa. 
      Tanaman yang sering dan dapat dipakai sebagai indikator alami antara lain daun kubis ungu yang memberikan warna merah dan hijau, daun bayam merah yang memberikan warna merah dan kuning, kayu secang yang memberikan warna kuning dan merah, bangka-bangkaan atau nanas kerang yang memberikan warna merah muda (pink) dan hijau.
Berikut adalah contoh beberapa tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai indikator asam dan basa.
Daun kubis ungu (Brassica oleracea L.
Daun kubis ungu bila dilarutkan dalam air panas akan mengeluarkan zat kimia yang berwarna biru atau biru keunguan bila terlalu pekat. 
Zat kimia inilah yang bila bercampur dengan asam akan berubah warna menjadi merah dan bila bercampur dengan basa berubah menjadi hijau.   
Daun rhoeo discolor  
Cara memanfaatkannya sebagai indikator adalah dengan mengiris-iris daun bangka-bangkaan ini dan dikeringkan. Kemudian irisan daun yang sudah kering ini dilarutkan dalam alkohol, maka akan diperoleh larutan dengan warna kuning kemerahan.
Dalam suasana asam warnanya berubah menjadi merah muda (pink) dan dalam suasana basa berubah menjadi hijau. 
Kayu secang (Caesalpinia sappan
Disebut juga kayu sapang, kebanyakan digunakan sebagai bahan pengecat. Saat ini kayu secang banyak diolah sebagai minuman yang berkhasiat untuk mengobati berbagai penyakit (Hembing, dkk., 1993 : 120). Seperti halnya daun bangka-bangkaan, maka bila kayu secang diiris tipis-tipis dan dikeringkan (pengeringan biasanya dilakukan dalam oven), lalu dilarutkan dalam alkohol, akan diperoleh larutan berwarna merah orange. 
Dalam suasana asam akan berubah warna menjadi kuning, sedangkan dalam suasana basa berwarna merah. 
Soka. Tumbuhan ini bernama latin Ixora Sp. Soka sebenarnya merupakan tanaman liar tipe perdu yang tumbuh di hutan. Tanaman ini termasuk dalam golongan kopi-kopian dan memiliki bunga berwarna cerah. Dari larutan ekstrak yang berwarna coklat bening, akan berubah menjadi merah dalam suasana asam dan berwarna hijau pekat dalam suasana basa 
 Bunga Sepatu atau Kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.
Tanaman semak suku Malvaceae yang berasal dari Asia Timur dan banyak ditanam sebagai tanaman hias di daerah tropis dan subtropis.
Dari larutan ekstrak yang berwarna ungu, akan berubah menjadi merah dalam suasana asam dan berwarna hijau dalam suasana basa.
Kunyit atau kunir, (Curcuma longa Linn. syn. Curcuma domestica Val.), adalah termasuk salah satu tanaman rempah dan obat asli dari wilayah Asia Tenggara. Tanaman ini kemudian mengalami penyebaran ke daerah Malaysia, Indonesia, Australia bahkan Afrika. Kunyit tergolong dalam kelompok jahe-jahean, Zingiberaceae. Kunyit dikenal di berbagai daerah dengan beberapa nama lokal, seperti turmeric (Inggris), kurkuma (Belanda), kunyit (Indonesia dan Malaysia), kunir (Jawa), koneng (Sunda), konyet (Madura). Sebagai indikator asam basa, yang dimanfaatkan dari tanaman kunyit adalah ekstrak dari rimpangnya.
Dari larutan ekstrak yang berwarna kuning pekat (mendekate oranye), akan berubah menjadi kuning jernih dalam suasana asam dan berwarna merah bata dalam suasana basa.




Sumber:
http://www.vedcmalang.com/pppptkboemlg/index.php/artikel-coba-2/plh/513-mengenal-indikator-alami-di-sekitar-kita