Minggu, 04 Oktober 2020

Materi dan Tugas Pertemuan 3 Listrik Statis Sub Materi Beda Potensial Listrik

Beda Potensial dan Energi listrik

Petir merupakan salah satu gejala listrik statis. Petir menurut Benjamin Franklin adalah kilatan cahaya yang muncul akibat perpindahan muatan negatif (elektron) antara awan dan awan, atau antara awan dan bumi.

Petir dapat terjadi ka rena adanya perbedaan potensial yang sangat besar antara dua awan yang berbeda, atau antara awan dengan bumi, sehingga akan terjadi lompatan muatan listrik, atau perpindahan elektron secara besar-besaran dari awan ke bumi, atau dari awan ke awan lainnya.

Perpindahan muatan listrik (elektron) tersebut disebabkan oleh adanya perbedaan potensial listrik (beda potensial listrik). Besarnya beda potensial listrik dapat dihitung dengan membandingkan besar energi listrik yang diperlukan untuk memindahkan sejumlah muatan listrik. Secara matematis dituliskan sebagai berikut.

Contoh Soal

1. Berapakah beda potensial kutub-kutub baterai sebuah rangkaian jika baterai tersebut membutuhkan energi sebesar 60 J untuk memindahkan muatan sebesar 20 C?

Diketahui:

W = 60 J

Q = 20 C

Ditanya: beda potensial

Jawab:


 Jadi, beda potensial kutub-kutub baterai rangkaian tersebut adalah 3 V

2. Sebuah baterai yang memiliki beda potensial sebesar 1,5 V, berapakah besar energi untuk memindahkan muatan sebanyak 40 C?

Diketahui:

Beda potensial = 3V

Besar muatan = 40 C

Ditanya: Besar energi untuk memindahkan muatan

Jawab:

W= V . Q

   = 1,5  .  40

   = 60 J

Jadi, besar energi untuk memindahkan muatan tersebut sebesar 60 J.

         

         Setelah mempelajari materi di atas maka kerjakanlah soal  berikut dan kirimkan jawaban kalian diaplikasi pembelajaran daring IPA!

 1.      Beda potensial antara dua titik pada kawat penghantar adalah 9V . Berapakah energi listrik yang digunakan untuk memindahkan muatan sebesar 30 C diantara dua titik tersebut?

2.      Jumlah muatan yang dipindahkan pada sebuah rangkain listrik adalah 15 C. Jika energi yang dibutuhkan untuk memindahkan muatan tersebut dari ujung-ujung rangkaian listrik adalah 45 J, berapakah beda potensial antara ujung-ujung rangkaian tersebut?

 


MATERI LISTRIK STATIS (Pertemuan 4)

 

KD 3.4 Menjelaskan konsep listrik statis dan gejalanya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kelistrikan pada sistem saraf dan hewan yang mengandung listrik

Sub Materi: Kelistrikan pada Sel Saraf

Selain pada kabel, ternyata tubuh kita juga dialiri oleh arus listrik, khususnya pada syaraf yaitu dengan adanya impuls listrik. Bidang yang khusus mempelajari tentang aliran impuls listrik pada tubuh manusia disebut biolistrik.

Tegangan pada tubuh berbeda dengan yang kita bayangkan seperti listrik rumah tangga. Kelistrikan pada tubuh hanya berkaitan dengan komposisi ion yang terdapat dalam tubuh, bukan listrik yang mengalir seperti pada kabel listrik di rumah-rumah.

Gambar sel saraf manusia (Nefron):

ž  a. Badan sel

ž  mengandung inti sel dan sitoplasma.

ž  Di dalam sitoplasma terdapat mitokondria yang berfungsi sebagai penyedia energi untuk membawa rangsangan.

ž  b. Dendrit

ž  Serabut-serabut pendek yang bercabang yang merupakan penjuluran sitoplasma

ž  Fungsi: membawa rangsangan ke badan sel.

ž  c. Neurit (akson)

ž  Serabut panjang  yang merupakan penjuluran sitoplasma.

ž  Sebuah neuron memiliki satu akson yang berfungsi untuk membawa rangsangan dari badan sel ke sel saraf lain.

ž   Neurit dibungkus oleh selubung lemak yang disebut selubung myelin dan  berfungsi sebagai isolator dan pemberi makan sel saraf.

ž  Sel schwan: Bagian tengah selubung myelin

ž  Nodus Ranvier: Berfungsi untuk mempercepat rangsangan

ž  Sinapsis: hubungan antara akson dari suatu neuron dengan dendrit dari neuron yang lain.

ž  Neurotransmiter: zat kimia yang dilepas akson

  

Bahan Hantaran listrik:

a. Konduktor listrik: bahan yang dapat digunakan untuk menghantarkan Listrik, misal: emas, perak dan tembaga.

b. Isolator listrik : bahan yang dapat tidak dapat digunakan untuk menghantarkan

c.Semikonduktor listrik

Bahan-bahan yang berada pada suhu rendah bersifat sebagai isolator, sementara pada suhu tinggi bersifat sebagai konduktor. Contoh karbon, silikon, dan germanium.


Hewan-hewan Penghasil Listrik:

a. Ikan Belalai Gajah: mempunyai organ khusus,yang disusun oleh ribuan sel electropax, pada bagian ekor yang mampu menghasilkan listrik statis bertegangan tinggi

b. Ikan Pari Elektrik: menghasilkan listrik hingga sebesar 220 volt

c. Hiu Kepala Martil: memiliki ratusan ribu elektroreseptor atau sel penerima rangsang listrik.

d. Echidnas: memiliki moncong memanjang yang berfungsi sebagai pengirim sinyal-sinyal listrik untuk menemukan serangga (mangsa).

e. Belut Listrik: menghasilkan kejutan tanpa lelah selama satu jam


f. Lele Elektrik: Lele Elektrik

Lele air tawar yang berasal dari perairan tropis di Afrika ini memiliki kemampuan untuk menghasilkan listrik hingga sebesar 350 volt











MATERI LISTRIK STATIS DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI (Pertemuan 3)

Sub Materi: Beda Potensial Listrik

KD 3.4 Menjelaskan konsep listrik statis dan gejalanya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kelistrikan pada sistem saraf dan hewan yang mengandung listrik

Perpindahan muatan listrik (elektron) tersebut disebabkan oleh adanya perbedaan potensial listrik (beda potensial listrik). Besarnya beda potensial listrik dapat dihitung dengan membandingkan besar energi listrik yang diperlukan untuk memindahkan sejumlah muatan

listrik. Secara matematis dituliskan sebagai berikut.


Contoh Soal

1. Berapakah beda potensial kutub-kutub baterai sebuah rangkaian jika baterai tersebut membutuhkan energi sebesar 60 J untuk memindahkan muatan sebesar 20 C?

Diketahui:

W = 60 J

Q = 20 C

Ditanya: beda potensial



Latihan
Soal Latihan Potensial Listrik:

1.      Beda potensial antara dua titik pada kawat penghantar adalah 9V . Berapakah energi listrik yang digunakan untuk memindahkan muatan sebesar 30 C diantara dua titik tersebut?

2.      Jumlah muatan yang dipindahkan pada sebuah rangkain listrik adalah 15 C. Jika energi yang dibutuhkan untuk memindahkan muatan tersebut dari ujung-ujung rangkaian listrik adalah 45 J, berapakah beda potensial antara ujung-ujung rangkaian tersebut?

Minggu, 20 September 2020

CATATAN PELATIHAN LMS GOOGLE CLASSROOM BULAN JUNI DAN JULI SEBAGAI TITIK PENYEMANGAT PENYEMBUHAN

                  Kendala lain kegiatan gerakan literasi yang saya lakukan selain adanya pandemi adalah kondisi tubuh saya di mana mulai awal januari merasakan sakit dan dinyatakan oleh dokter terkena fistula perianal. Bahkan saat menjadi narasumber pelatihan menulis buku di perpusda Ngawi pada bulan maret mengalami pendarahan dan demam yang tinggi.

Bulan Mei melakukan operasi di RS Kasih Ibu Solo. Pada keadaan ini, sekitar dua bulan  saya bedrest karena hanya bisa berbaring di kamar, dan tidak bisa duduk. Setiap hari saat merawat luka dan mengganti kasa selama 1 jam berteriak menahan sakit. Setiap seminggu dua kali perawat dari Solo merawat luka, pada penggantian kasa beberapa kali disuntik bius 10cc, itu saja masih berteriak kesakitan sampai masker yang saya robek karena digigit saat merasakan sakit.

  Selama pemulihan kondisi sambil berbaring sering menghilangkan kejenuhan dengan menulis di laptop. Membuat konten-konten pembelajaran di youtobe "Media Komunika" ataupun memuat artikel di blog edukasi belajar IPA.Sampai tidurpun laptop masih menyala, bahkan saking seringnya dipakai sambil berbaring di kasur, laptop bagian sebelah kanan pecah engselmya.. Alkhamdulillah oleh kakak masih dapat diperbaiki dan menyala kembali dengan diberi lem dan drat pada engsel laptop tersebut. Dengan semangat melawan penyakit yang saya derita, saya tetap mencoba memikirkan pembelajaran dan pelatihan karena memang ingin benar sembuh dan sehat kembali.. 

Kondisi saya bulan Juli sudah membaik dan mulai beraktivitas, walaupun dengan bersandar menjadi narasumber pelatihan “Google Classroom” melalui zoom. Bulan Agustus sudah membaik masuk sekolah walaupun duduk beralaskan bantal donat.     

    Tak terasa sudah lebih dua bulan berlalu pada "Pelatihan Learning Manajement System (LMS) dengan Menggunakan Google Classroom". Disaat kondisi saya berjuang melawan penyakit dalam penyembuhan operasi pada pada bulan mei, tepatnya pada bulan akhir bulan juni sambil berbaring di kursi , berkolaborasi menyiapkan materi pelatihan di mana saya menjadi narasumber pelatihan yang dilaksanakan oleh IGI Kab.Ngawi. 

          Pelatihan batch 1 dilaksanakan 3 kali pertemuan secara daring melalui aplikasi zoom meeting. Pertemuan pertama dilaksanakan pada tanggal 25 Juni, dan pertemuan kedua tanggal 27 Juni, serta pertemuan ketiga pada 30 juni 2020.Jumlah peserta pada batch ini sekitar 77 peserta.

        Sedangkan pelaksanaan batch 2 pada tanggal 8, 10 dan 12 Juli 2020. Adapun peserta pada batch 2 ini adalah 60 peserta yang terdiri dari guru SD, SMP, SMK dan ada juga yang dosen dari Mataram.

        Berikut adalah link yang terkait gambaran pelatihan yang saya lakukan:

a. Pelatihan google classroom batch 1 https://classroom.google.com/c/MTE0NDgxODE4NTkz?cjc=iulzcfk

b.Pelatihan google classroom batch 2:

https://classroom.google.com/c/MTE1MDkxNTA1NTY2?cjc=ycbtj2b

c. Rekaman zoom pelatihan google classroom: https://www.youtube.com/watch?v=aTw5eOKZol8

Sedangkan ringkasan berupa video pelatihan batch 1 dan 2 dapat dilihat dengan klik disini.

d. Materi pertemuan pertama, silakan klik disini.

e. Materi pertemuan kedua, silakan klik disini. 

f. Materi pertemuan ketiga, silakan klik disini

h. Pamflet kegiatan.




Sabtu, 19 September 2020

Mengenalkan Literasi di Perpustakaan Daerah Kepada Siswa (29 Februari 2020)


 

    Pada kegiatan ini yaitu mengajak siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler "sains  dan jurnalistik" SMP Islamiyah Widodaren Ngawi berkunjung ke perpustakaan daerah. Pada saat itu , pada saat itu pada bulan februari sudah terjadi awal pandemi, tetapi pembelajaran langsung masih dilaksanakan, karena himbauan belajar di rumah dimulai pada bulan maret minggu ketiga supaya siswa belajar di rumah selama dua minggu. Walau akhirnya sampai sekarang siswa masih dihimbau untuk belajar dari rumah oleh pemerintah.

    Dengan mencarter minibus saya dan bu Anik zubaida selaku pendamping kegiatan membersamai 30 peserta yang terdiri 2 siswa putra dan 28 siswa putri. Jam 06.30 anak-anak sudah mulai berkumpul di halaman. Setelah absensi, Ibu Kepala SMP Islamiyah memberikan sambutan kepada siswa untuk menjaga sopan santun selam kegiatan dan mencari informasi terkait literasi dan buku bacaan yang ada di perpusda Ngawi.

    Setelah pengarahan Ibu kepala sekolah dilanjutkan doa supaya kegiatan lancar. Tepat pukul 07.30 siswa dengan tertib masuk ke dalam minibus untuk berangkat menuju perpusda  yang berjarak sekitar 24 km dari sekolah.

    Jam 07.55 WIB atau sekitar 25 menit kami sudah sampai di perpusda. Letaknya sangat strategis di barat alun-alun dan selatan masjid Ngawi. Tak disangka rombongan kami disambut oleh staf informasi perpusda dan dipersilakan masuk ke aula perpusda. Disini, rombongan kami sudah ditunggu oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan daerah Kab.Ngawi yaitu Bapak Slamet. Ya..sebuah sambutan yang tidak disangka begitu ramah walaupun kepada rombongan siswa oleh bapak kadin. Dan ini memang sangta kental dengan budaya pemkab Ngawi dengan semboyan "Ngawi Ramah".

        Setelah sambutan dan diskusi, para siswa di perkenalkan dengan ruangan perpusda Ngawi yang kebetulan baru dua bulan menempati gedung yang baru dibangun dengan tata letak yang modern dan nyaman. Disini terlihat siswa antusias dan senang , stelah sekitar 2 jam melihat-lihat koleksi buku yang tertata  rapi di rak perpusa, para siswa bersantai di aula perpustda yang ukuran cukup luas. Di atas lantai 2 ini dan berkarpet merahmenambah suasana aula betah untuk bersantai sambil baca buku. Apalagi sambil berselvie ria juga asik, karena pemandangan dari berbagai sudut terlihat eksotik.

        Acara dilanjutkan dengan mengisi waktu untuk berkunjung ke benteng pendem "Van Den Bosch:'. Letaknya sekitar 1 km dari perpusda. Benteng yang merupakan peninggalan masa penjajahan Belanda ini, sangat erat kaitannya dengan perang Diponegoro, karena sat itu pasukan Diponegoro sangat kuat tidak hanya di mataram saja, tetapi di bagian Jawa lainnya termasuk bagian timur seperti Ngawi dan sekitanya. 

        Menjelang pukul 11. 30 WIB siswa yang sangat ceria menikmati pesona benteng pendem yang "intragamable" untuk berfoto ria, karena batas kegiatan yang diiinkan Ibu Kepala Sekolah adalah jam 12.15 WIB sudah sampai di sekolah, maka rombongan akhirnya berkemas dan menuju ke sekolah. Alkhamdulillah lancar dan senang terlihat dari pandangan siswa yang bilang sangat berkesan saat acara tadi, terutama mengenalkan literasi di perpusda secara langsung.

Lampiran daftar peserta kunjungan literasi ke perpusda pad tanggal 29 Februari 2020 dapat dilihat di dengan klik disini.












Workshop Pemanfaatan Tablet Sebagai Media Pembelajaran (10 Januari 2020)



        Tepat pukul 06.45 pagi saya langsung berkemas dari rumah menuju tempat pelatihan yang berjarak lumayan jauh sekitar 42 km dari rumah saya. Sekitar 1 jam sudah sampai   ke SMPN 2 Kasreman yang terletak di Ngawi bagian timur yang berbatasan dengan daerah Bojonegoro. Walaupun suasana di pelosok pedesaan, tapi sekolah ini tampak asri dan penuh seangat berenergi ketika kami bertemu pertama kali. Apalagi Kepala sekolahnya tampak ramah dan "very excellent". Beliau adalah Bapak Fajar Budhianto M.Pd ysng terkenal sebagai kepala sekolah berprestasi di Kab.Ngawi dan  selalu menggaungkan literasi bagi guru-guru di Ngawi.

         Kegiatan "Workshop Pemanfaatan Tablet Sebagai Media Pembelajaran' ini dilaksanakan tanggal 10 Januari 2020 di aula SMPN 2 Kasreman. Acara di awali dengan pembukaan oleh bapak Fajar. Kemudian dilanjutkan ramah tamah 10 menit sebagai pengenalan narasumber yaitu saya dan Bapak Eko iswaji yang merupakan Kepala SMPN 3 Kedunggalar.

         Acara inti dilanjutkan dengan paparan dua narasumber . Tampil pertama saya memaparkan presentasi tentang pengenalan media pembelajaran dan devicenya, termasuk tablet dan cara penggunaanya dengan berbagai fitur serta memanfaatkan aplikasi perekam suara atau voice recorder dan aplikasi penilaian seperti google form dan quizizz. Di sesi selanjutnya diisi oleh Bapak Eko Iswaji dengan pembahasan tema 10 kemampuan dasar guru dalam rangka pembelajaran era revolusi 4.0.

           Setelah istirahat saya memaparkan cara pengelolaan file menggunakan tablet. Disini peserta diperkenalkan dengan aplikasi Dropbox. Dropbox adalah aplikasi yang merupakan tempat penyimpanan berbasis cloud dan sarana antar perangkat, dalam hal ini menghubungkan penyimpanan awan/cloud dengan tablet.

        Acara dilanjutkan dengan diskusi dan praktik bersama-sama dengan peserta yang merupakan guru-guru SMPN 2 Kasreman . Untuk materi yang saya sampaikan dapat  diunduh dengan klik disini juga saya lampirkan surat tugas dari kepala sekolah dengan klik disini. 

        Semoga artikel ini bermanfaat , salam literasi dan terima kasih.




Jumat, 18 September 2020

Semangat Literasi Pelatihan Menulis Buku (Pelatihan 8 Maret 2020)

         


 

        Selamat pagi rekan-rekan guru hebat di Nusantara, salam sehat dan literasi unuk Indonesia Maju. Tulisan ini adalah resume kegiatan  "Pelatihan Menulis Buku" yang kami laksanakan beberapa bulan lalu, karena penulis sakit sejak bulan Maret, maka baru menuliskan ringkasan kegiatan yang dilakukan pada kondisi penyembuhan sakit paska operasi fistula setelah "bedrest" sekitar 2,5 bulan. Alkhamdulillah syukur saya ucapkan pada  Allah SWT yang telah memberikan kondisi  membaik dan sehat sehingga pada awal bulan Juli sudah beraktivitas normal dan masuk piket pembelajaran daring di sekolah walaupun duduk tidak boleh terlalu lama dan beralaskan bantal donat untuk kenyamanan saat  piket di sekolah.

         Kegiatan "Pelatihan Menulis Buku" pada bulan Maret ini merupakan rangkaian kegiatan yang merupakan kelanjutan pelatihan pada 28 Februari 2020. Tujuan pelatihan ini adalah untuk memberikan motivasi kepada guru dengan semangat menulis hingga menghasilkan karya berupa buku. Adapun narasumber pelatihan ini adalah guru penulis  Ngawi yang telah berpengalaman dalam membuat buku yaitu Fajar Budhianto, HeryTeguhWiyono, Sukir dan Wening Kusuma. 

        Kegiatan yang dilaksanakan  atas kerjasama IGI Ngawi, Komunitas Guru Penulis Ngawi dan di  Dinas Perpustakan dan Kearsipan Daerah Kab.Ngawi ini di buka oleh Bapak Slamet selaku Kepala Dinas  Perpustakan dan Kearsipan Daerah Kab.Ngawi dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. 

        Nara sumber pertama Bp.Fajar memberikan materi alasan menulis dan bagaimana kiat menulis. Selain sebqgai ketua IGI Ngawi beliau juga seorang editor dan mempunyai  keahlian dalam tata letak mendesain cover buku. Salah satu buku karya beliau yang berjudul “Jangan Panggil Aku” Haji cukup menarik perhatian peserta untuk bertanya jawab. Beliau menyampaikan paling tidak ada dua produk kegiatan pelatihan ini, yaitu  kumpulan antologi peserta kegiatan dalam bentuk memoar dan 1 buku per peserta bisa dalam bentuk fiksi atau non fiksi.
       Narasumber kedua yang tampil adalah  bu Wening yang merupakan penulis multitalen terutama buku yang berbau dengan budaya lokal terutama masyarakat Jawa. Beliau langsung menggebrak peserta dengan membedah 10 buku yang dibuat dengan mengambil satu sampel buku dengan  menunjukkan teknis saat menuliskan buku tersebut. Disini peserta juga saling berargumentasi dengan narasumber sehingga diskusi semakin mengasikkan.
       Narasumber selanjutnya adalah Bp Hery atau biasa dipanggil HTW  oleh teman temannya. Walaupun latar belakang beliau Guru IPA, beliau telah menerbitkan buku-buku karya maupun artikel ilmiah dan non ilmiah. Salah satu bukunya yang memuat kearifan lokal Kab.Ngawi adalah buku dengan judul “Pitutur Eksotika Bumi Orek Orek”.
        Beliau juga memberikan motivasi bagaimana membuat ide sederhana untuk dikembangkan menjadi buku. Beberapa karya tulisnya sering lolos lomba tingkat Nasional, diantaranya menjadi presenter dan pemakalah di P4TK IPA dan Kemdikbud .Bahkan di tahun 2019 menjadi Finalis Inobel kategori Media Pembelajaran bidang MIPA tingkat SMP.
          Narasumber berikutnya adalah Bp Sukir. Beliau merupakan guru dengan pengalaman sebagai editor Jurnal Induksi dan youtober.Salah satu tulisan beliau pernah menjadi artikel pendidikan tingkat Provinsi Jawa Timur. Paparan beliau mengalir dari teori menjadi praktik dengan sistem "generator" yaitu narasumber selain memberikan semangat luar biasa juga dapat mengarahkan audien untuk mengerjakan apa yang diaampaikan.Dengan teknik ini,beliau mengkritìsi praktuk tulisan peserta secara online dengan google docs. Dengan demikian peserta langsung tahu arahan bentuk tulisan dari koreksi langsung saat pelatihan dengan bimbingan beliau.
         Antusias peserta yang terus berdiskusi dengan narasumber tak terasa sampai menjelang siang. Karena kondisi awal pandemi maka panitia hanya membatasi sampai dengan jam 12 siang.  Diharapkan materi didiskusikan secara daring di grup WA berupa refleksi kegiatan dan rencana tindak lanjut menulis buku. 
         Adapun materi kegiatan dapat diunduh dengan klik disini. Terima kasih, salam literasi dan semoga bermanfaat.